Bagaimana Media Cetak Mengelola Portal Berita

Sebelum mengurai pertanyaan bagaimana media cetak mengelola portal berita, izinkan saya bertanya dulu,motivasi
apa sih, media cetak membuat portal berita ? Sepentingkah pertanyaan saya ini ? Menurut saya pribadi, justru pertanyaan saya inilah yang bisa menjawab bagaimana media cetak mengelola portal berita.

Pada awal trend portal berita lagi booming, lima tahun hingga sepuluh tahun lalu, beberapa pengelola media cetak, baik
koran lokal maupun nasional ragu-ragu terhadap trend ini. Ragu ketika harus terjun dan mengikuti trend mengonlinekan konten
berita dalam korannya. Secara teknik, justru itu kelebihan managemen koran, mengingat semua konten bisa terupdate setiap hari.
Bahkan, setiap saat.
Namun, yang membuat keraguan adalah ‘ancaman’ konten website terhadap konten media edisi cetak. Bagaimana tidak
mengancam, sebelum koran cetak beredar esok pagi, sebelumnya pembaca akan mengakses konten konten tersebut melalui portal
berita
.’Ancaman’ yang saya maksud bukan ancaman dari luar. Justru ancaman itu datang dari internal perusahaan. Mereka khawatir,
pembaca loyal akan berpindah dari pelanggan tetap menjadi penikmat konten gratis.
Memang, portal berita bisa dimenej sedemikian rupa, sehingga hanya user tertentu yang sudah mendaftarkan diri dan menjadi
pelanggan portal itu yang bisa mengakses keseluruhan konten.Dibanding dengan marketing koran, marketing portal berita bisa diselerasikan.
Sama- sama berlangganan terlebih dahulu, sebelum menikmati kontennya. Inilah, yang kemudian beberapa portal berita yang memiliki
kesamaan segmentasi edisi cetak, membuka akses berlangganan sebelum menikmati konten berita.
Tidak semua koran melakukan hal yang sama. Alih-alih mengonlinekan medianya, beberapa koran sekedar membuat portal seadanya.
Tidak membedakan user. Semuanya bisa mengakses konten berita yang akan terbit edisi cetak.Dan ini julahnya tidak sedikit. Rata-rata koran
yang cetak dibawah 3000 eks, melakukan ini. Bahkan, koran yang cetak 10.000 eks, melakukan hal yang sama.Redaksi mengonlinekan konten beritanya
malam hari sebelum koran beredar.
Mau tahu pertimbangannya ? Effisiensi. Proses produksi koran, berjalan antara pukul 17.00 WIB, hingga 24.00 WIB. Di luar jam produksi itu,
tentu melibatkan divisi lain yang jam kerjanya di luar jam kerja redaksi. Yang bisa melakukan itu, tentu saja media cetak besar hingga
menambah divisi lagi, untuk mengonlinekan semua konten berita. Pertimbangan kedua, adalah psikologis. Tidak sedikit awak media yang menangani
portal berita merasa kurang nyaman karena jauh dari habitatnya semula, wartawan.
Dengan pertimbangan psikologis, tampaknya sulit berkembang bagi portal berita yang berada dibawah naungan media cetak.
Meski begitu, diakui ada beberapa media cetak yang mengonlinekan korannya lebih maju pesat. Sebut saja Kompas. Kompas.com lebih moncer dibanding dengan beberapa
portal berita yang dikelola perusahaan media cetak.

One thought on “Bagaimana Media Cetak Mengelola Portal Berita

Leave a Reply