Portal Berita; Antara Divisi Online Media Cetak dan Sekelompok Jurnalis

Era informasi digital memberikan banyak kemudahan bagi dunia jurnalistik. Khususnya, pengelola media cetak. Terlepas pertimbangan brand image maupun perluasan divisi bisnis, faktanya, digitalisasi media yang mereka kelola menjadi sebuah keharusan. Portal berita menjadi trend tanah air, khususnya bagi kalangan jurnalis.

Pada kesempatan ini, saya sekedar sharing, mengapa portal berita menjadi pilihan. Bukan hanya bagi pengelola media cetak yang sudah eksis puluhan tahun – bahkan lebih, namun karena hal itu menjadi tuntutan zaman. Bahkan, secara professional, banyak sekelompok jurnalis yang sudah eksis dengan portal berita.
Dasi sisi finansial, portal berita yang dikelola dua atau tiga wartawan, memberikan ‘kehidupan’ dibanding sebagai ‘buruh’ kerja di perusahaan media. Tentu saja, cara mengelola media online tersebut tidak hanya ala kadarnya saja. Lebih dari itu, dua atau tiga jurnalis harus memiliki visi dan misi yang sama untuk membesarkan media onlinenya.
Portal berita jenis ini, tentu saja akan lebih marketable dibanding dengan portal berita yang dimiliki oleh pengelola media cetak mapan sekalipun. Terlebih lagi, jika media media cetak hanya image oriented saja. Hanya mempertibangkan image semata karena keberadaannya sebagai media yang sudah ada .
Bagi portal berita yang dikelola media cetak jenis ini, sisi kualitas seringkali terabaikan. Meskipun dalam kelembagaan di perusahaan sudah berdiri sendiri- yakni divisi online atau IT, kenyataan jarang memberikan kontribusi omset pada perusahaannya. Meski begitu, banyak juga portal berita di bawah perusahaan media cetak, mampu memberikan kontribusi meski tidak signifikan.
Yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana mengelola sebuah portal berita menjadi lebih berbobot, Bagaimanapun juta, penanganan media online tentu saja berbeda dengan media cetak. Managemen media online menuntut penanganan serius dalam hal pemilihan ceruk pasar. Begitu juga dalam pengelolaan konten, banyak mempertimbangkan aspek SEO, baik on page maupun off page.
Kasamaannya, keduanya memproduk informasi sebagai produk utama. Yang menjadi pembeda hanya cara membuat kontennya saja. Konten berita dalam portal berita tentu saja berbeda dengan cara membuat konten berita di media cetak. Ini terkait dengan space yang tersedia, skaligus kebutuhan pembaca yang juga berbeda.
Saya kira, masih banyak perbedaan keduanya. Buktinya, tidak sedikit portal berita yang dikelola penerbitan media mapan, namun pengunjungnya relative sedikit. Demikian juga tidak sedikit portal berita yang dikelola sekelompok jurnalis tertentu , namun pengunjungnya tidap hari luar biasa, Lain kali, saya akan share dalam topic yang sama. Semoga bermanfaat.

This entry was posted in Jurnalistik and tagged . Bookmark the permalink.

One Response to Portal Berita; Antara Divisi Online Media Cetak dan Sekelompok Jurnalis

  1. Pingback: Citizen Journalism dan Media MainstreamSekolah Jurnalistik Online

Leave a Reply