Omset Bisnis Media Tembus Target Setelah Membangun Impian

Ini sharing, ketika mengelola bisnis media cetak di daerah. Dinamis, karena melibatkan banyak pihak.Dan inspiratif karena semua potensi sebenarnya sudah ada dalam diri kita.
Seringkali, muncul sebuah pertanyaan. Keyakinan yang ada pada diri kita itu muncul dari mana ? Pikiran bawah sadar. Ya, kekuatan pikiran bawah sadar, memberikan keyakinan terhadap diri kita, bahkan prosentasenya sangat besar. Keyakinan datang dari pengalaman. Dari semua hal yang pernah kita dengar, kita baca dan kita rasakan.

Sadar atau tidak sadar, keyakinan yang ada dalam diri kita melandasi cara kita berbicara, berpikir dan bertindak. Seringkali apa yang kita yakini menjadi kenyataan bagi kita. Bukankah pikiran bawah sadar kita lebih dominan dari pada pikiran sadar kita.
Ada siklus yang menggambarkan tentang keyakinan, tindakan, potensi yang kita gunakan dan hasil. Diagram siklus ini dibuat motivator dan trainer sukses Indonesia, Tung Desem Waringin. Dalam buku Finansial Revolution-nya, dia menggambarkan bahwa hasil yang kita rasakan di masa lalu, baik yang kita alami, kita dengar maupun yang kita rasakan ataupun yang kita lihat, membuat kita yakin.
Apabila kita yakin bahwa kita bisa mencapai hasil yang kita sasar, tindakan kita semakin banyak dan sungguh-sungguh. Ketika tindakan kita banyak dan sungguh-sungguh, potensi yang kita gunakan semakin besar. Semakin besar potensi yang kita gunakan, hasilnya semakin besar pula. Dan semakin besar hasilnya, kita semakin yakin.
Demikian sebaliknya, ketika hasil kita tidak bagus, keyakinan kita akan mengecil. Semakin kecil keyakinan kita, semakin sedikit tindakan kita dan tidak kita lakukan dengan sungguh-sungguh. Semakin sedikit tindakan dan kesungguhan kita, semakin sedikit potensi yang digunakan, semakin kecil hasilnya, semakin yakin pula bahwa kita tidak mampu.
Banyak orang untuk seumur hidupnya, sejak dia lahir, besar, sekolah, lulus, bekerja, pacaran, menikah, punya anak, membesarkan anaknya, sampai anaknya beranak, punya cucu, sampai akhirnya pensiun dan mati, tanpa menyadari bahwa hidupnya dijajah oleh keyakinan yang timbul dari pengalaman masa lalu, omongan orang lain yang melemahkan.
Orang seperti ini tidak pernah meluangkan waktu untuk memilih keyakinan secara sadar. Dia mungkin memilih baju apa yang dia pakai, memilih makanan yang ia makan, tetapi tidak pernah memilih hal-hal yang paling penting dalam hidupnya, termasuk dalam hal ini adalah keyakinannya. Kata seorang trainer dan motivator dunia, Anthony Robbins – guru Tung Desem Waringin,” the past does not equal the future”. Masa lalu tidak sama dengan masa depan.
Bersamaan dengan keyakinan yang ada pada diri saya, cetak biru kehidupan yang akan saya jalani, terkait mewujudkan perusahaan media yang profitable, ditengah masalah yang bertubi-tubi, saya design sepresisi mungkin. Sangat detail dan fokus.. Cetak biru itu berupa impian saya, untuk mewujudkan media cetak daerah yang sehat, profit dan pospektif di masa depan. Impian sangat kuat karena terkait dengan kondisi yang ada serta upaya untuk mempertahankan hak hidup puluhan karyawan di media tersebut. Bahkan, poin –pon impian tersebut saya tulis, di papan kantor.
Saya ingat, tulisan tangan itu, diantaranya, “ Omset iklan minimal Rp. 80 juta / bulan, penjualan koran Rp. 52 juta/ bulan. Pasti.” Adalagi tulisan di whiteboard, “ tunjangan hari tua, tunjangan kesehatan, keluarga, bonus-bonus dan aneka tunjangan lainnya, tembus tahun ini.” Saat itu, awal perubahan manejemen media cetak. Karyawan belum ada fasilitas tunjangan apa-apa. Omset iklan rata-rata per bulan Rp. 40 juta. Sedang penjualan koran, Rp. 30 juta/ bulan.
Hasilnya, angka-angka tersebut dalam kurun waktu tidak sampai dua tahun, tembus. Pada tahun pertama, pemberian bonus bonus karyawan, serta semua bentuk tunjangan sesuai yang diamanatkan oleh pemerintah, kelar juga. Bahkan, omset iklan, sudah melebihi batas omset yang diimpikan. Sejak tahun kedua, omset bisnis local itu, minimal sudah 1,5 milyar/ tahun. Dalam hitungan saya, ada tahun tahun tertentu hingga mencapai Rp. 2 milyar/ tahun.
Begitu pentingkah sebuah impian ? Impian adalah target yang kita berikan kepada pikiran bawah sadar kita. Kita menaruh impian di pikiran bawah sadar dengan harapan untuk dikejar. Dan, impian saya, waktu itu, bukan kira-kira. Sudah pasti. Omset iklan, minimal harus Rp. 80 juta. Pendapatan dari koran juga tidak berdasar kira-kira. Ini seperti bangunan, semua terukur dan harus direalisasikan.
Pikiran sadar saya, impian-impian itu harus dibarengi dengan perasaan emosional. Ini kunci dibalik semua impian. Tanpa ada emosi, niscaya impian hanyalah sekedar mimpi. Padahal, Anda tahu, impian yang saya maksud di atas bukanlah mimpi. Semakin intens emosinya, baik emosi yang positip maupun negatif, maka akan semakin kuat pula impian tersebut.
Dalam konteks penataan redaksi, sirkulasi dan iklan, masing masing pihak muncul emosinya. Emosi untuk melakukan sesuatu dengan focus, tidak nggrambyang ( berjalan kemana-mana, red ) sehingga dalam evaluasi mingguanpun, perubahan demi perubahan, bisa tercover dengan sempurna. Memang, tidak semua bisa berjalan mulus, namun, dinamika memang harus tumbuh sejalan pertumbuhan perusahaan media cetak.

Leave a Reply